PENINGKATAN KAPASITAS TATA KELOLA SEKOLAH VOKASI MELALUI BENCHMARKING DAN TEACHING FACTORY

Pada tanggal 02–06 Februari 2026 kami telah berhasil menyelenggarakan Program Pelatihan Manajemen SMK untuk SMK Strada Jakarta sebagai bagian dari penguatan tata kelola sekolah dan implementasi Teaching Factory yang berkelanjutan. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas manajerial sekolah vokasi agar lebih sistematis, terukur, dan selaras dengan kebutuhan dunia industri.

Program pelatihan yang diselenggarakan oleh PT ATMI BizDEC dan dilaksanakan di lingkungan Kolese Mikael Surakarta ini sebagai rujukan dalam pengelolaan manajemen vokasi dan implementasi Teaching Factory (TEFA)
Latar Belakang Kegiatan
Perkembangan pendidikan vokasi menuntut sekolah menengah kejuruan untuk tidak hanya unggul dalam pembelajaran teknis, tetapi juga memiliki sistem manajemen yang kuat, terukur, dan adaptif terhadap kebutuhan industri. Untuk itu, diperlukan proses pembelajaran berbasis observasi langsung terhadap model pengelolaan SMK yang telah terbukti berjalan efektif.

Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung sistem manajemen sekolah, pengelolaan unit bisnis, implementasi Teaching Factory, hingga perencanaan pembelajaran berbasis blok dan jobsheet terstruktur.

Tujuan Pelatihan
Kegiatan Pelatihan Manajemen SMK ini bertujuan untuk:
  • Memahami sistem manajemen SMK berbasis praktik industri

  • Mempelajari implementasi Teaching Factory secara operasional

  • Mengkaji pengelolaan unit produksi dan unit bisnis sekolah

  • Memperdalam penyusunan jadwal blok dan jobsheet berbasis kapasitas alat, instruktur, dan rombongan belajar

  • Menyiapkan kerangka implementasi manajemen dan TEFA di sekolah asal peserta

Hasil dan Dampak Pelatihan 
Berdasarkan evaluasi kepuasan peserta, program ini memperoleh nilai rata-rata kepuasan sangat tinggi (mendekati skor maksimal). Peserta menilai materi relevan, metode mudah dipahami, serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sekolah.

Beberapa dampak yang dirasakan peserta antara lain:

  • Pemahaman lebih kuat tentang manajemen SMK berbasis sistem

  • Kemampuan awal menyusun jadwal blok yang realistis

  • Insight baru dalam penyusunan jobsheet berbasis kebutuhan siswa dan alat

  • Kejelasan langkah implementasi Teaching Factory di sekolah

Rekomendasi Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut, peserta merekomendasikan adanya pendampingan lanjutan pasca pelatihan dalam bentuk konsultasi dan coaching daring atau monitoring ke Jakarta. Selain itu, observasi awal kondisi sekolah peserta juga dinilai penting agar materi pelatihan berikutnya dapat semakin kontekstual dan tepat sasaran. 
Pelatihan Manajemen SMK ini diharapkan menjadi titik awal penguatan tata kelola dan implementasi Teaching Factory secara berkelanjutan, sehingga sekolah mampu menghasilkan lulusan yang semakin siap kerja dan relevan dengan kebutuhan industri.

 
Sudah menjalankan TEFA, tapi masih ada hambatan tata kelola? Mari kita diskusikan bersama.

Respon cepat via WhatsApp