Sebagai bagian dari pendampingan Studi Kelayakan (Feasibility Study) rencana pendirian Politeknik King Kong, Tim ATMI BizDEC kembali melaksanakan survei lanjutan kepada siswa pada 30 September–2 Oktober 2026.
Survei ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari pengumpulan data sebelumnya, khususnya untuk menyetarakan gap pada komposisi responden. Pada survei awal, Tim ATMI BizDEC telah mengunjungi 13 sekolah dan memperoleh 599 respons siswa yang memenuhi kriteria analisis. Namun, pada tahap tersebut jumlah responden siswa SMK masih lebih banyak dibandingkan siswa SMA. Untuk melengkapi keterwakilan responden, survei lanjutan kemudian difokuskan pada SMA di beberapa wilayah.
Mengunjungi SMA di Tiga Wilayah
Selama dua hari pelaksanaan survei, Tim ATMI BizDEC mengunjungi 6 SMA yang tersebar di wilayah Brebes, Tegal, dan Pemalang. Kegiatan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak sekolah dan melibatkan siswa dalam pengisian kuesioner. Pemilihan sekolah pada tahap ini dilakukan untuk menambah keterwakilan siswa SMA yang sebelumnya masih lebih sedikit dalam data survei.
Kunjungan ke tiga wilayah tersebut sekaligus memperluas cakupan lokasi yang terwakili dalam proses pengumpulan data Studi Kelayakan Pendirian Politeknik King Kong.

Menyetarakan Komposisi Responden
Survei lanjutan tidak hanya dilakukan untuk memperoleh tambahan respons, tetapi juga untuk melakukan rebalancing sampel antara siswa SMA dan SMK. Dari keseluruhan proses pengumpulan data hingga tahap kedua, tercatat 1.182 respons siswa, dengan 1.139 respons yang digunakan sebagai basis analisis. Basis analisis tersebut terdiri dari 610 siswa SMA dan 529 siswa SMK.
Penambahan responden dari SMA pada survei lanjutan membantu memperkuat keterwakilan kelompok tersebut. Dengan demikian, komposisi responden menjadi lebih seimbang dibandingkan hasil survei awal yang masih didominasi oleh siswa SMK.

Melihat Pilihan dan Pertimbangan Siswa
Selain mendukung penyetaraan sampel, kuesioner juga tetap mengumpulkan informasi mengenai rencana pendidikan siswa setelah lulus, bidang yang diminati, serta pertimbangan dalam memilih perguruan tinggi. Dalam data yang terkumpul, Bisnis/Manajemen/Bisnis Digital, Keuangan/Akuntansi, serta Manufaktur dan Teknik Mesin menjadi beberapa kelompok bidang yang banyak diminati siswa.
Pada pilihan kandidat program D3, D3 Manajemen Keuangan menjadi pilihan pertama dengan respons terbanyak, diikuti D3 Pemeliharaan Mesin, D3 Teknologi Manufaktur, dan D3 Akuntansi. Informasi tersebut menjadi bagian dari data yang akan digunakan dalam tahapan analisis studi kelayakan.
Memperkuat Data Studi Kelayakan
Kunjungan ke 6 SMA di Brebes, Tegal, dan Pemalang menjadi langkah lanjutan untuk menyeimbangkan keterwakilan responden SMA dan SMK sekaligus memperluas cakupan wilayah survei. Melalui penambahan responden dari SMA, proses rebalancing sampel dapat dilakukan sehingga data yang terkumpul menjadi lebih seimbang.
Data dari survei awal dan lanjutan selanjutnya menjadi bagian dari bahan analisis dalam Studi Kelayakan Pendirian Politeknik King Kong.