
Belajar STEM menjadi lebih menarik ketika siswa dapat mencoba langsung konsep yang dipelajari. Pengalaman tersebut hadir dalam Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 Bidang STEM Level Dasar untuk Skema Reguler Murid yang berlangsung pada 1-7 Juli 2026 di Politeknik ATMI Surakarta. Program ini diikuti siswa jenjang pendidikan menengah terpilih dan dirancang untuk mengembangkan kompetensi teknis serta logika sains terapan melalui eksperimen, kunjungan industri, dan tantangan proyek teknologi.
Ketika Konsep Energi Terbarukan Dicoba Langsung
Selama tujuh hari, peserta mengikuti berbagai aktivitas yang membawa konsep STEM lebih dekat dengan praktik. Pada praktikum energi terbarukan, peserta merancang purwarupa sel surya atau PLTS, mempelajari sistem elektrolisis sel volta, serta membuat bio-baterai. Aktivitas tersebut memberi kesempatan kepada peserta untuk mencoba langsung penerapan konsep sains dan teknologi.
Pengalaman belajar kemudian berlanjut melalui kunjungan ke Solo Technopark dan PT Solo Abadi Indonesia. Peserta mengamati penerapan prinsip STEM di lingkungan industri dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Setelah itu, peserta menghadapi Tantangan Hackathon STEM dengan merancang dan mempresentasikan proyek teknologi inovatif secara berkelompok. Rangkaian aktivitas ini membawa peserta dari proses eksperimen hingga mengembangkan dan menyampaikan sebuah gagasan teknologi.

Dari Eksperimen hingga Pemecahan Masalah
Rangkaian kegiatan dalam program ini menunjukkan bahwa belajar STEM tidak berhenti pada memahami konsep. Peserta diberi kesempatan untuk mencoba, mengamati penerapannya di lingkungan industri, lalu menggunakan pengetahuan tersebut ketika menghadapi tantangan proyek. Proses tersebut mempertemukan kemampuan teknis dengan cara berpikir untuk mencari solusi. Pengalaman dalam eksperimen dan Hackathon juga memberi ruang bagi peserta untuk belajar bekerja bersama dalam mengembangkan sebuah gagasan teknologi.
Membawa STEM Lebih Dekat dengan Dunia Nyata
Pengalaman selama program menjadi bagian dari proses mengenalkan STEM sebagai bidang yang dapat dipelajari melalui berbagai situasi nyata. Ketika eksperimen, kunjungan industri, dan tantangan proyek dipertemukan, peserta tidak hanya belajar tentang teknologi, tetapi juga melihat bagaimana pengetahuan digunakan untuk memahami dan menyelesaikan persoalan. Pengalaman tersebut menjadi langkah untuk terus mendekatkan pembelajaran STEM dengan dunia nyata.