
PT ATMI BizDEC bekerja sama dengan Swisscontact–SS4C menggelar Workshop Job Occupation Analysis untuk menyelaraskan kompetensi pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.
Dunia industri terus berkembang, begitu pula kompetensi yang dibutuhkan tenaga kerja. Pendidikan vokasi menghadapi tantangan untuk memastikan bahwa pembelajaran yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga sesuai dengan pekerjaan dan tuntutan nyata di tempat kerja.
Salah satu langkah untuk menjembatani kebutuhan tersebut adalah melalui Job Occupation Analysis (JoA), yaitu analisis pekerjaan yang membantu mengidentifikasi jabatan, tugas, dan kompetensi yang dibutuhkan dalam suatu bidang pekerjaan.
Untuk mendukung upaya tersebut, PT ATMI BizDEC bekerja sama dengan Swisscontact melalui program Skills for Competitiveness (SS4C) menyelenggarakan Workshop Job Occupation Analysis (JoA) Bidang Product Design and Development pada 15–16 Oktober 2026.
Kegiatan ini melibatkan lima expert industri yang memberikan perspektif dunia kerja sebagai masukan dalam proses analisis pekerjaan dan kompetensi.
Mengapa Job Occupation Analysis Penting bagi Pendidikan Vokasi?


Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja. Namun, kesesuaian antara materi pembelajaran dan kebutuhan industri perlu terus diperiksa dan diperbarui.
Di tempat kerja, sebuah jabatan tidak hanya menuntut pengetahuan teoretis. Pekerja juga perlu memahami tugas yang harus diselesaikan, keterampilan yang diperlukan, peralatan yang digunakan, serta standar kerja yang berlaku.
Melalui Job Occupation Analysis, kebutuhan pekerjaan dapat dipetakan secara lebih terstruktur. Hasil analisis ini dapat menjadi masukan bagi pengembangan kurikulum, penyusunan materi pembelajaran, perencanaan pelatihan, dan penguatan keterhubungan antara pendidikan dengan industri.
Dengan demikian, pembelajaran dapat diarahkan agar semakin relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di tempat kerja.
Lima Expert Industri Terlibat dalam Workshop
Salah satu unsur penting dalam Workshop Job Occupation Analysis adalah keterlibatan praktisi yang memahami pekerjaan dan kebutuhan kompetensi dari perspektif industri.
Workshop pada 15–16 Oktober 2026 ini melibatkan lima expert industri dari perusahaan yang berbeda, yaitu:
- Ag. Krisna Yudha Saputra – PT Pura Group
- Hendrik Adi Sumarjo – PT ATMI Duta Engineering
- Ayrafedi Dasrul – PT Elsewedy Electric Indonesia
- Suryadi – PT ATMI IGI Center
- Dian Risky Alfiansyah – PT Dtech Inovasi Indonesia
Keterlibatan para expert tersebut mempertemukan perspektif dari berbagai lingkungan industri dalam pembahasan bidang Product Design and Development.
Masukan praktisi industri menjadi bagian penting untuk memahami pekerjaan yang dilakukan, tugas-tugas yang menyusunnya, serta kompetensi yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan tersebut.
Dari Analisis Pekerjaan Menuju Kompetensi yang Dibutuhkan
Job Occupation Analysis membantu menguraikan suatu pekerjaan menjadi bagian-bagian yang lebih jelas dan terstruktur.
Secara umum, proses analisis mencakup beberapa aspek berikut:
1. Mengidentifikasi pekerjaan dan jabatan
Tahap ini membantu memperjelas jenis pekerjaan atau jabatan yang menjadi objek analisis, termasuk ruang lingkup tanggung jawabnya.
2. Memetakan tugas dan aktivitas kerja
Pekerjaan kemudian diuraikan menjadi tugas-tugas yang perlu dilakukan. Pemetaan ini membantu memberikan gambaran lebih konkret mengenai aktivitas yang dijalankan dalam pekerjaan tersebut.
3. Mengidentifikasi kebutuhan kompetensi
Setiap tugas membutuhkan kemampuan tertentu. Analisis membantu mengidentifikasi kompetensi yang diperlukan untuk melaksanakan tugas sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Pemetaan tersebut dapat menjadi dasar untuk menerjemahkan kebutuhan industri ke dalam pengembangan pembelajaran dan pelatihan yang lebih terarah.


Menghubungkan Kebutuhan Industri dengan Industry-Based Curriculum
Workshop Job Occupation Analysis juga memiliki keterkaitan dengan pengembangan Industry-Based Curriculum (IBC), yaitu pendekatan pengembangan kurikulum yang melibatkan kebutuhan dan masukan industri.
Dalam pendekatan ini, informasi mengenai pekerjaan, tugas, dan kompetensi digunakan sebagai masukan untuk menyusun capaian pembelajaran, struktur mata kuliah, serta materi teori dan praktik.
Alurnya dapat dipahami melalui tahapan berikut: Pekerjaan dan jabatan → Analisis tugas → Identifikasi kompetensi → Pengembangan kurikulum → Materi pembelajaran.
Dengan alur tersebut, kebutuhan industri memiliki dasar yang lebih terstruktur untuk diterjemahkan ke dalam proses pendidikan dan pelatihan.
Keterlibatan industri tidak berhenti pada pemberian masukan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih kuat antara kebutuhan tempat kerja dan proses pembelajaran.
Kolaborasi PT ATMI BizDEC dan Swisscontact–SS4C
Penyelenggaraan workshop ini merupakan bagian dari kolaborasi PT ATMI BizDEC dengan Swisscontact melalui program Skills for Competitiveness (SS4C).
Kolaborasi tersebut menghadirkan ruang kerja bersama yang mempertemukan fasilitasi pengembangan kurikulum dengan perspektif para praktisi industri. Keterlibatan lima expert dari PT Pura Group, PT ATMI Duta Engineering, PT Elsewedy Electric Indonesia, PT ATMI IGI Center, dan PT Dtech Inovasi Indonesia memperkaya perspektif industri dalam kegiatan ini.
Sinergi semacam ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja melalui pemetaan kebutuhan pekerjaan dan kompetensi secara lebih sistematis.
Kompetensi yang Relevan Berawal dari Kebutuhan Nyata
Menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri membutuhkan proses yang terstruktur dan kolaborasi yang berkelanjutan. Pemahaman mengenai pekerjaan, tugas, dan kompetensi yang diperlukan menjadi salah satu fondasi penting dalam proses tersebut.
Melalui Workshop Job Occupation Analysis Bidang Product Design and Development, PT ATMI BizDEC bersama Swisscontact–SS4C dan lima expert industri mengambil bagian dalam upaya memperkuat hubungan antara kebutuhan dunia kerja dan pengembangan kompetensi.
Industri turun tangan, kompetensi makin relevan. Sebab, pendidikan dan pelatihan yang baik perlu memahami bukan hanya apa yang harus dipelajari, tetapi juga kompetensi apa yang benar-benar dibutuhkan dalam pekerjaan.
Tentang PT ATMI BizDEC
PT ATMI BizDEC merupakan pusat pelatihan dan konsultasi yang berfokus pada pengembangan kompetensi, pelatihan manufaktur, peningkatan kemampuan manajerial, konsultasi sistem, serta penguatan keterhubungan antara pendidikan vokasi dan industri.
Sumber informasi: Materi Industry-Based Curriculum – IBC Introduction PT ATMI BizDEC dan informasi pelaksanaan Workshop Job Occupation Analysis tanggal 15–16 Oktober 2026.