Skip to content
BizDEC Story

Asesmen TEFA di SMK Strada Daan Mogot

← Back to Blog

Jakarta, 11 September 2026 – Penguatan Teaching Factory (TEFA) menjadi salah satu langkah penting dalam mendekatkan proses pembelajaran di SMK dengan kebutuhan dunia kerja. Untuk melihat kondisi implementasi TEFA secara lebih menyeluruh, SMK Strada Daan Mogot menjadi salah satu sekolah yang mengikuti Asesmen Teaching Factory 7 Parameter.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penguatan dan Pengembangan Teaching Factory bagi 10 SMK di bawah naungan Asosiasi Sekolah Jesuit Indonesia (ASJI). Program ini didukung oleh ASJI, dengan PT ATMI BizDEC sebagai pelaksana asesmen.

Asesmen Teaching Factory pada Program Animasi

Pada pelaksanaan asesmen di SMK Strada Daan Mogot, Program Keahlian Animasi menjadi objek yang ditinjau. Asesmen dilakukan untuk melihat bagaimana TEFA diterapkan dalam proses pembelajaran dan bagaimana berbagai unsur pendukungnya berjalan di sekolah. Proses asesmen tidak hanya melihat dokumen yang tersedia. Tim juga melihat data, bukti implementasi, kondisi aktual, serta melakukan klarifikasi bersama pihak sekolah agar hasil yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi TEFA secara lebih nyata.

Menggunakan 7 Parameter TEFA

Asesmen Teaching Factory dilakukan dengan menggunakan tujuh parameter utama, yaitu:

  1. Struktur dan Tata Kelola Organisasi
  2. Manajemen Sumber Daya Manusia
  3. Pengembangan Kurikulum
  4. Pembelajaran Berbasis Produk/Jasa
  5. Pengelolaan Fasilitas Pembelajaran TEFA
  6. Hubungan dengan Dunia Industri
  7. Budaya Kerja Industri

Ketujuh parameter tersebut digunakan untuk melihat berbagai aspek yang mendukung pelaksanaan Teaching Factory, mulai dari tata kelola hingga penerapan budaya kerja industri dalam pembelajaran.

Menemukan Area yang Perlu Dikembangkan

Melalui proses asesmen, terdapat beberapa area yang menjadi perhatian dalam pengembangan TEFA di SMK Strada Daan Mogot. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kecukupan tenaga pendidik, pengembangan kurikulum yang lebih sistematis dan selaras dengan kebutuhan industri, serta integrasi pembelajaran dengan kebutuhan pasar dan proses produksi nyata. Temuan tersebut bukan semata-mata menjadi catatan kekurangan. Sebaliknya, temuan menjadi ruang untuk menentukan prioritas pengembangan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah.

Hasil Asesmen sebagai Dasar Penyusunan RTL

Salah satu tujuan penting dari pelaksanaan asesmen adalah membantu sekolah mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi TEFA saat ini. Hasil tersebut kemudian dapat digunakan sebagai salah satu acuan dalam menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL). Melalui RTL, sekolah dapat menentukan langkah yang lebih konkret, mulai dari prioritas yang akan dikembangkan, kegiatan perbaikan, indikator keberhasilan, PIC, hingga target waktu pelaksanaan. Dengan demikian, proses asesmen tidak berhenti pada hasil pemetaan, tetapi berlanjut pada proses refleksi, perencanaan, dan pengembangan TEFA.

Menuju Teaching Factory yang Lebih Relevan

elaksanaan Asesmen TEFA 7 Parameter di SMK Strada Daan Mogot merupakan bagian dari rangkaian pengembangan Teaching Factory di 10 SMK di bawah naungan Asosiasi Sekolah Jesuit Indonesia.Melalui pemetaan kondisi aktual dan identifikasi area pengembangan, setiap sekolah diharapkan dapat menentukan langkah pengembangan TEFA yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing.

Asesmen bukan akhir dari proses. Asesmen adalah titik awal untuk melakukan perbaikan yang lebih terarah.


Mari Perkuat Teaching Factory

PT ATMI BizDEC mendukung pelaksanaan asesmen dan pengembangan Teaching Factory bagi institusi pendidikan vokasi melalui pendekatan yang berbasis kondisi aktual, evidence, dan kebutuhan pengembangan sekolah.

Ingin mengembangkan Teaching Factory di sekolah Anda?

Hubungi PT ATMI BizDEC untuk mendapatkan informasi mengenai program asesmen dan pengembangan TEFA.