
Kunjungan industri Politeknik ATMI Surakarta ke Namdwa Headquarters mengajak mahasiswa belajar pengembangan bisnis, inovasi produk, dan strategi persaingan.
Bagaimana sebuah bisnis mengembangkan produk, menghadapi persaingan, dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung pertumbuhannya? Memahami hal tersebut membutuhkan lebih dari sekadar teori. Mahasiswa perlu mengenal bagaimana konsep bisnis diterapkan dalam praktik dunia usaha.
Pada 23 Oktober 2026, sebanyak 34 mahasiswa dan 2 pendamping dari Politeknik ATMI Surakarta melaksanakan kunjungan industri ke Namdwa Headquarters. Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Kewirausahaan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai pengembangan dan pengelolaan bisnis.
Belajar Kewirausahaan Melalui Pengalaman Langsung


Pembelajaran kewirausahaan tidak hanya membahas cara memulai usaha, tetapi juga bagaimana mengembangkan bisnis agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan menghadapi persaingan.
Melalui kunjungan ke Namdwa Headquarters, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai beberapa aspek penting dalam bisnis, meliputi pengembangan usaha, inovasi produk, strategi persaingan, pengelolaan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi.
Aspek-aspek tersebut saling berkaitan dalam mendukung keberlangsungan sebuah usaha. Inovasi produk, misalnya, perlu disertai pemahaman terhadap kebutuhan pasar. Sementara itu, strategi bisnis dan pengelolaan sumber daya manusia turut berperan dalam mendukung pelaksanaan rencana pengembangan usaha.
Dengan mengenal berbagai aspek tersebut, mahasiswa dapat memperluas perspektif mengenai penerapan ilmu kewirausahaan dalam situasi nyata.
Menghubungkan Teori Perkuliahan dengan Praktik Bisnis
Kunjungan industri menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mempertemukan materi perkuliahan dengan wawasan praktis dari dunia usaha.
Bagi mahasiswa Politeknik ATMI Surakarta, pengalaman belajar di luar kelas ini memberikan kesempatan untuk memahami bahwa menjalankan bisnis melibatkan berbagai pertimbangan, mulai dari pengembangan produk hingga pemanfaatan teknologi dan pengelolaan tim.
Pengalaman tersebut relevan bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja maupun yang ingin mengembangkan usaha secara mandiri. Pemahaman mengenai proses bisnis dapat membantu mereka melihat peluang, mengenali tantangan, dan memahami pentingnya pengambilan keputusan dalam kegiatan usaha.
Cerita Mahasiswa tentang Pengalaman Kunjungan Industri
Pengalaman mengikuti kunjungan industri juga dibagikan melalui video testimoni salah satu mahasiswa tingkat 3 Politeknik ATMI Surakarta.
Testimoni tersebut menjadi bagian dari dokumentasi pembelajaran yang memperlihatkan pengalaman mahasiswa selama mengikuti kegiatan di Namdwa Headquarters. Melalui cerita mahasiswa, publik dapat mengenal kegiatan kunjungan industri dari sudut pandang peserta yang mengalaminya secara langsung.
Dokumentasi ini sekaligus memberikan gambaran mengenai upaya menghubungkan pembelajaran kewirausahaan dengan pengalaman di lingkungan bisnis.


Memperkuat Pembelajaran Kewirausahaan di Pendidikan Vokasi
Kunjungan industri ke Namdwa Headquarters menunjukkan pentingnya menghadirkan pengalaman belajar yang berkaitan dengan praktik dunia usaha. Pembelajaran kewirausahaan menjadi lebih kontekstual ketika mahasiswa dapat memperluas wawasan mengenai pengembangan bisnis, inovasi, strategi persaingan, sumber daya manusia, dan teknologi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Politeknik ATMI Surakarta diharapkan dapat memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai dunia bisnis serta memahami kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan usaha di masa depan.
Ingin mengetahui pengalaman mahasiswa selama kunjungan industri ini? Simak video testimoni mahasiswa Politeknik ATMI Surakarta dari kunjungan ke Namdwa Headquarters.
Tentang PT ATMI BizDEC
PT ATMI BizDEC merupakan pusat pelatihan dan konsultasi yang berfokus pada pengembangan kompetensi, pelatihan manufaktur, peningkatan kemampuan manajerial, konsultasi sistem, serta penguatan keterhubungan antara pendidikan vokasi dan industri.
Sumber informasi: Tidak menggunakan sumber eksternal. Artikel disusun berdasarkan informasi kegiatan yang tersedia.