Pada 15–18 September 2026, Tim ATMI BizDEC melaksanakan kegiatan sosialisasi dan riset studi kelayakan rencana pendirian Politeknik King Kong di wilayah Tegal. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan rencana tersebut kepada sekolah sekaligus mendengarkan pandangan siswa sebagai calon mahasiswa.
Selama kegiatan berlangsung, tim mengunjungi 13 sekolah. Melalui pertemuan di sekolah dan pengisian kuesioner, siswa diajak menyampaikan rencana studi lanjut, bidang yang diminati, serta hal-hal yang mereka pertimbangkan ketika memilih perguruan tinggi.

Berkunjung dan Berdialog dengan Sekolah
Kunjungan ke sekolah membantu tim memahami pilihan pendidikan yang tersedia bagi siswa setelah lulus. Sosialisasi juga membuka ruang bagi siswa dan pihak sekolah untuk mengenal rencana Politeknik King Kong serta menyampaikan pertanyaan dan tanggapan secara langsung.
Masukan dari sekolah menjadi bagian penting dalam studi kelayakan. Sekolah memiliki pengalaman mendampingi siswa menentukan langkah setelah lulus, sehingga pandangannya dapat melengkapi jawaban yang diberikan siswa melalui survei.
Mengumpulkan Pandangan Siswa melalui Survei
Survei ditujukan kepada siswa kelas XI dan XII SMA/SMK. Hingga laporan progres tertanggal 22 September 2026, tercatat 599 respons siswa yang memenuhi kriteria analisis. Jumlah ini melampaui target awal 400 respons dan memberikan gambaran awal mengenai minat serta pertimbangan calon mahasiswa.
Hasilnya menunjukkan adanya siswa yang terbuka untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan mempertimbangkan kuliah di Tegal. Namun, ketertarikan tersebut masih perlu dipahami lebih jauh: minat yang disampaikan dalam survei belum tentu langsung menjadi keputusan untuk mendaftar.

Bidang Studi dan Pertimbangan Memilih Kampus
Ketika diminta menyebutkan bidang yang diminati, siswa banyak mengarah pada bisnis dan manajemen, keuangan dan akuntansi, serta manufaktur dan teknik mesin. Dalam penilaian terhadap enam kandidat program D3 yang diperkenalkan, D3 Manajemen Keuangan memperoleh porsi pilihan pertama tertinggi pada sampel saat ini.
Di samping pilihan bidang, siswa juga mempertimbangkan dukungan beasiswa, fasilitas, lokasi atau akses, serta biaya kuliah. Biaya menjadi hambatan yang paling sering disebut. Temuan ini menunjukkan bahwa rancangan program perlu disertai perhatian pada keterjangkauan dan kemudahan akses bagi calon mahasiswa.
Melanjutkan Riset untuk Memperkuat Gambaran Pasar
Temuan survei ini masih bersifat sementara. Respons siswa saat ini didominasi oleh SMK, sementara keterwakilan beberapa wilayah dan sekolah masih perlu diperbaiki. Karena itu, hasil survei belum dapat digunakan sebagai keputusan akhir mengenai program studi maupun perkiraan jumlah mahasiswa baru.
Tahap berikutnya akan berfokus pada penyempurnaan sebaran responden dan pendalaman analisis bersama masukan orang tua atau wali serta pihak sekolah. Melalui proses ini, rencana pendirian Politeknik King Kong diharapkan dapat dinilai berdasarkan kebutuhan dan pertimbangan masyarakat yang tergambar semakin jelas.