
Teaching Factory (TEFA) tidak hanya membutuhkan pemahaman mengenai konsep, tetapi juga perencanaan pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah. Hal tersebut menjadi fokus Pelatihan Manajemen Kurikulum Teaching Factory bagi SMK Bisnis dan Manajemen Strada Jakarta pada 2-6 Juni 2026. Melalui kerja sama dengan ATMI BizDEC, peserta mengikuti pelatihan bersama narasumber ATMI serta berkesempatan melakukan benchmarking terhadap Teaching Factory SMK Katolik St. Mikael Surakarta.
Menghubungkan TEFA dengan Kurikulum Pembelajaran
Pembelajaran dimulai dengan memahami prinsip pendidikan vokasi, standar proses pendidikan, arah pengembangan SMK, serta perbandingan TEFA dengan unit produksi. Peserta kemudian mempelajari empat pilar TEFA dan strategi implementasinya di SMK melalui diskusi bersama narasumber ATMI.
Proses belajar berlanjut pada penyelarasan kurikulum dan produk TEFA. Peserta mendiskusikan hasil pemetaan produk dan layanan, kemudian mempelajari konsep serta prinsip penyusunan jadwal blok. Melalui pendampingan praktik, peserta menyusun struktur jadwal blok, mempresentasikan hasilnya, dan memperoleh feedback untuk melakukan evaluasi serta penyempurnaan.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan penyusunan jobsheet TEFA. Peserta mempelajari struktur dan komponen jobsheet, mempraktikkan penyusunannya, serta melakukan review terhadap hasil yang telah dibuat.

Melihat Implementasi TEFA secara Langsung
Rangkaian praktik tersebut memberikan pengalaman kepada peserta untuk menerjemahkan konsep TEFA ke dalam perangkat pembelajaran. Penyusunan jadwal blok membantu peserta menghubungkan pengaturan pembelajaran dengan kegiatan praktik, sementara penyusunan jobsheet memberikan pengalaman dalam menyiapkan perangkat yang mendukung proses pembelajaran TEFA.
Untuk memperkuat pemahaman tersebut, peserta mengikuti benchmarking ke Teaching Factory SMK Katolik St. Mikael Surakarta. Kegiatan ini memberikan referensi mengenai penerapan sistem pembelajaran melalui TEFA dan membantu peserta melihat bagaimana konsep, kurikulum, serta perangkat pembelajaran dapat saling terhubung dalam lingkungan sekolah.
Membawa Rancangan Menuju Implementasi
Setelah melalui proses pembelajaran, praktik, presentasi, review, dan benchmarking, peserta menyusun rencana tindak lanjut implementasi TEFA. Langkah ini menjadi bagian penting untuk membawa hasil pelatihan menuju penerapan di lingkungan sekolah.
Bagi SMK Bisnis dan Manajemen Strada Jakarta, proses tersebut memberikan pengalaman dalam menyusun manajemen kurikulum dengan mempertimbangkan karakteristik sekolah. Mulai dari memahami konsep TEFA, memetakan produk dan layanan, menyusun jadwal blok, hingga membuat jobsheet, peserta memperoleh dasar yang lebih terarah untuk mendukung implementasi Teaching Factory.
Pada akhirnya, implementasi Teaching Factory membutuhkan lebih dari sekadar pemahaman konsep. Kurikulum, perangkat pembelajaran, pengalaman benchmarking, dan rencana tindak lanjut perlu disusun secara terhubung agar penerapan TEFA dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Kembangkan Keterampilan Bersama ATMI BizDEC
ATMI BizDEC menghadirkan berbagai program pelatihan yang membantu peserta mengembangkan kompetensi melalui pembelajaran, praktik, dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi dan industri.
Baik untuk mengembangkan kemampuan individu maupun memperkuat kompetensi di lingkungan kerja, ATMI BizDEC menjadi mitra pembelajaran dalam mendukung pengembangan kapasitas peserta dan institusi.
Tertarik mengikuti pelatihan bersama ATMI BizDEC?
WhatsApp: 0811-2802-2104
Instagram: atmibizdec